Sabtu, 21 Januari 2017

Teks Editorial/Tajuk Rencana: Pengertian, Struktur dan Contoh

Teks Editorial/Tajuk Rencana: Pengertian, Struktur dan Contoh Lengkap

HuWagu | Teks Editorial/Tajuk Rencana: Pengertian, Struktur dan Contoh - Teks Editorial atau tajuk rencana adalah artikel pokok dalam surat kabar yang merupakan pandangan redaksi dari suatu media yang bersangkutan terhadap suatu peristiwa yang menjadi sorotan. Peristiwa tersebut bisa berupa politik pemerintahan, tentang kesehatan, sosial budaya, pendidikan, lingkungan maupun tentang peristiwa ekonomi. Anda dapat dengan mudah menjumpai teks editorial di surat kabar (koran). Secara teratur, teks editorial akan dimuat di koran, bisa juga bernama tajuk rencana atau opini. Teks editorial bersifat subjektif karena berasal dari pandangan (opini) redaksi secara pribadi. Namun, dalam pembuatan teks editorial, pendapat penulis harus didukung dengan fakta, data, bukti dan alasan yang logis/masuk akal.


Karakteristik umum dari teks editorial adalah sebagai berikut:

  1. Berisi opini pribadi dari penulis mengenai suatu peristiwa yang menjadi sorotan, baik berupa kritik, penilaian, harapan maupun saran-saran.
  2. Terdapat sudut pandang subjektif penulis/redaksi media yang bersangkutan terhadap suatu permasalahan, bisa berupa sikap dukungan/pro, netral ataupun kontra.
  3. Diperkuat dengan fakta-fakta tentang peristiwa ataupun permasalahan aktual.
Dengan demikian, tajuk rencana/opini/editorial berdasarkan isi ataupun tujuannya, digolongkan ke dalam jenis teks argumentatif. Sama seperti teks eksposisi, ulasan dan teks diskusi lainnya.

Struktur Teks Editorial

Teks editorial memiliki struktur yang hampir sama dengan teks eksposisi. Unsur pembangun tersebut antara lain; pengenalan isu (tesis), penyampaian argumen, dan kesimpulan/penegasan ulang pendapat (reiteration).

  1. Pengenalan isu (tesis) sebagai pendahuluan teks, yakni berupa sorotan peristiwa yang mengandung suatu persoalan aktual. Bagian ini berisi sudut pandang penulis terhadap permasalahan yang diangkat. Istilah ini mengacu ke suatu bentuk pernyataan atau bisa juga sebuah teori yang nantinya akan diperkuat oleh argumen.
  2. Penyampaian argumentasi sebagai pembahasan, yakni berupa tanggapan-tanggapan redaktur dari suatu media yang bersangkutan berkenaan dengan peristiwa, kejadian atau persoalan aktual. Argumentasi merupakan bentuk alasan atau bukti yang digunakan untuk mempekuat pernyataan dalam tesis walaupun dalam pengertian umum, argumentasi juga dapat digunakan untuk menolak suatu pendapat. Argumentasi dapat berupan pernyataan umum (generalisasi) atau dapat juga berupa data hasil penelitian, pernyataan para ahli, atau fakta-fakta yang didasari atas referensi yang dapat dipercaya.
  3. Kesimpulan/Penegasan ulang pendapat (reiteration) sebagai penutup, bagian ini berisi penguatan kembali atas pendapat yang telah ditunjang oleh fakta-fakta dalam bagian argumentasi. Terdapat pada bagian akhir teks.
Struktur Teks Editorial Lengkap

Contoh Teks Editorial

Kesuksesan Program Tax Amnesty
Tax amnesty alias pengampunan pajak merupakan suatu program adanya penghapusan pajak bagi Wajib Pajak (WP) yang menyimpan dananya di luar negeri dan tidak memenuhi kewajibannya dalam membayar pajak dengan imbalan menyetor pajak dengan tarif lebih rendah.

Pada awalnya, banyak yang meragukan mengenai pemberlakuan program tax amnesty di Indonesia. Namun fakta menunjukkan hasil sebaliknya. Tercatat hingga akhir periode pertama, 30 September 2016, nilai perolehan uang tebusan telah mencapai hampir Rp100 triliun. Perolehan itu lebih dari separuh target yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2016 sebesar Rp 165 triliun. Perolehan harta keseluruhan mencapai Rp3.621 triliun, termasuk diantaranya dana repatriasi.

Jelas, berakhirnya periode pertama itu telah memberi bukti nyata bagi banyak kalangan. Pasalnya, program tax amesty yang semula diduga hanya akan menghasilkan dana maksimal Rp60 triliun, hingga saat ini telah mencapai hasil hampir dua kali lipatnya. Namun, perlu diketahui bahwa pencapaian hasil pengampunan pajak tersebut masih di bawah target sebesar Rp165 triliun sampai program berakhir pada tanggal 31 Maret 2017. Akan tetapi, perolehan sebesar itu telah cukup untuk membungkam tanggapan miring dari kalangan pejabat, yang sempat berpendapat bahwa amnesti pajak hanya akan mencapai Rp21 triliun.

Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani, mengaku terharu melihat warga yang sangat berantusias mengikuti program tax amnesty ini. Mulai dari masyarakat bawah, pengusaha kecil hingga pengusaha papan atas, banyak yang berpartisipasi dalam program tersebut.  Sebab amnesti pajak merupakan hak yang ditawarkan bagi seluruh wajib pajak, dunia usaha, dan masyarakat sipil.

Meskipun begitu, banyak warga yang baru mengetahui program amnesty pajak justru menjelang akhir September karena minimnya sosialisasi. Hal ini membuat Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA), Yustinus Prastowo, membuat petisi kepada pemerintah untuk memperpanjang periode pertama pengampunan pajak dan lebih menggiatkan sosialisasi kepada warga.

Joko Widodo, Kepala Negara RI, menanggapi petisi tersebut dengan menghimbau kepada masyarakat dan para wajib pajak yang belum berpartisipasi dalam periode pertama, untuk memanfaatkan kesempatan/periode-periode berikutnya, mulai Oktober hingga akhir Maret 2017.

Selain para wajib pajak, kesuksesan program amnesti ini juga berkat kegigihan para petugas pajak. Bahkan Presiden Jokowi sendiri menekankan bahwa kesuksesan pelaksanaan program tax amnesty pada tahap pertama merupakan sebuah kepercayaan dari masyarakat dan dunia usaha kepada petugas perpajakan.

Kita berharap, kesuksesan amnesti pajak ini akan diiringi dengan perbaikan secara menyeluruh mengenai undang-undang terkait perpajakan, agar perpajakan di Indonesia menjadi lebih kompetitif, nyaman dan kredibel. Dengan demikian, perpajakan Indonesia bukan hanya sekadar sebagai sumber penerimaan bagi pembiayaan pembangunan, tetapi juga menjadi alat pendorong pertumbuhan ekonomi yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat Indonesia.


Teks di atas merupakan contoh teks editorial tentang kebijakan ekonomi. Terdapat banyak contoh teks editorial di internet. Seperti, tentang korupsi, banjir, LGBT, narkoba, kasus mirna, pilkada, kompas dan lain-lain. Namun, kali ini saya hanya bisa membagikan contoh di atas saja.



Sumber:
Engkos Kosasih. 2014. Cerdas Berbahasa Indonesia. Jakarta: Erlangga.
Refsa Nanda. TEKS EDITORIAL/OPINI (Pengertian, Struktur Teks, Kaidah Kebahasaan, dan Contoh Teks Editorial). http://www.materikelas.com/2016/01/teks-editorialopini-pengertian-struktur.html. (Diakses pada tanggal 21 Januari 2017).

2 komentar

Untuk teks opini apakah sama dengan tajuk rencana ya min? mohon dibalas.

Iya sob. Sama aja. Teks editorial/teks opini yang biasa disebut dengan tajuk rencana....

Berkomentarlah dengan bijak :)
[-] Jangan melakukan spamming
[-] Tidak menerima URL
EmoticonEmoticon