Selasa, 31 Januari 2017

Makalah: Pengolahan Limbah Plastik Menjadi Bahan Bakar Minyak

Makalah: Pengolahan Limbah Plastik Menjadi Bahan Bakar Minyak

PENGOLAHAN LIMBAH PLASTIK MENJADI BAHAN BAKAR ALTERNATIF BERUPA MINYAK CAIR

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang 
Plastik adalah salah satu kebutuhan manusia dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya adalah sebagai tempat pembungkus makanan dan minuman, karena plastik bersifat praktis, bersih, serta sangat memudahkan dalam memenuhi kebutuhan manusia.

Jadi, semakin bertambahnya tingkat konsumsi masyarakat maka semakin bertambah pula buangan/limbah yang dihasilkan. Limbah tersebut kini menjadi permasalahan lingkungan yang serius karena semakin banyaknya jumlah limbah plastik yang ada dan tingkat kebahayaan yang dapat ditimbulkan dari limbah plastik bagi makhluk hidup lainnya. 

Perlu diketahui bahwa plastik juga merupakan bahan anorganik buatan yang tersusun dari bahan-bahan kimia yang cukup berbahaya bagi lingkungan. Limbah yang berasal dari plastik sangat sulit untuk diuraikan secara alami. Untuk dapat menguraikan limbah plastik secara alami membutuhkan waktu kurang lebih 100 tahun agar plastik dapat terurai dengan sempurna. Sedangkan kita semua tahu, kebutuhan plastik khususnya di Indonesia semakin meningkat setiap tahunnya sehingga hal itu dapat menyebabkan semakin banyaknya limbah dari sampah plastik tersebut. Dan di Indonesia sendiri tentu sudah kita ketahui tentang fenomena limbah plastik yang semakin menggunung, yang tentu saja sangat mengganggu kenyamanan.

Untuk mengatasi hal ini tentu saja diperlukan cara untuk mengolah limbah plastik tersebut menjadi hal yang lebih berguna dan juga memiliki manfaat bagi alam, salah satu caranya dengan mendaur ulang limbah plastik tersebut menjadi bahan bakar, yakni bahan bakar berupa minyak. Karena tidak bisa kita pungkiri, permintaan pasokan minyak bumi sebagai bahan bakar semakin meningkat setiap tahunnya. Dengan mengolah limbah plastik menjadi bahan bakar minyak, selain dapat mengurangi limbah plastik maka kita juga bisa ikut menghemat persediaan minyak bumi di alam. Pengolahan plastik menjadi minyak ini tentu saja dapat dilakukan dengan cara yang sangat sederhana, dan bisa diterapkan oleh masyarakat tanpa mengeluarkan biaya yang besar.

Limbah plastik dapat diubah menjadi minyak dikarenakan pada dasarnya plastik berasal dari minyak bumi, jadi limbah plastik tersebut seolah mengalami proses daur ulang. Selain itu, minyak yang dihasilkan dari plastik ini juga memiliki nilai kalor yang cukup tinggi setara dengan bahan bakar fosil seperti bensin dan solar. 

B. Rumusan Masalah 
Dari uraian tersebut diatas dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut : 
2. Bagaimana perbandingan bahan bakar minyak yang dihasilkan dari percobaan ini dengan bahan bakar minyak lainnya? 

C. Tujuan 
1. Mengatasi limbah plastik yang semakin bertambah dan sampai sekarang belum ada solusi yang tepat. 
2. Mengetahui proses pembuatan bahan bakar minyak dari sampah plastik
3. Mengetahui perbandingan antara minyak yang dihasilkan dengan bahan bakar minyak lainnya yang lainnya
4. Memberikan alternatif proses daur ulang yang lebih menjanjikan dan berprospek ke depan.
5. Mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap sumber daya energi yang tidak dapat diperbaharui, seperti minyak bumi

D. Manfaat  
1. Mengurangi jumlah limbah plastik 
2. Mengubah limbah plastik menjadi bahan bakar minyak 
3. Membantu mengurangi kebutuhan bahan bakar berupa minyak cair
4. Menghemat pendapatan masyarakat dengan mengolah minyak dari plastik sendiri dengan cara yang sangat sederhana.



BAB II 
KAJIAN PUSTAKA

A. Plastik dan Limbah Plastik 
Plastik adalah senyawa polimer alkena dengan bentuk molekul sangat besar. Istilah plastik, menurut pengertian kimia, mencakup produk polimerisasi sintetik atau semi-sintetik. Molekul plastik terbentuk dari kondensasi organik atau penambahan polimer dan bisa juga terdiri dari zat lain untuk meningkatkan performa atau nilai ekonominya. Secara alamiah, terdapat beberapa polimer (pengulangan tidak terhingga dari monomer-monomer) yang digolongkan ke dalam kategori plastik. Secara fisik, plastik bisa dibentuk atau dicetak menjadi lembar film atau serat sintetik, yang disebabkan karena plastik juga bersifat "malleable" alias memiliki sifat bisa dibentuk atau ditempa. Dalam proses industri dan pabrikasi, plastik dibuat dalam jenis yang sangat banyak. Sifat-sifat bisa menerima tekanan, panas, keras juga lentur, dan bisa digabung dengan partikel lain semisal karet, metal, dan keramik. Sehingga wajar jika plastik bisa dipergunakan secara massa untuk banyak sekali keperluan.

Salah satu faktor yang menyebabkan rusaknya lingkungan hidup yang sampai saat ini masih tetap menjadi "PR" besar bagi bangsa Indonesia adalah faktor pembuangan limbah sampah plastik. Kantong plastik telah menjadi sampah yang berbahaya dan sulit dikelola.Diperlukan waktu puluhan bahkan ratusan tahun untuk membuat sampah bekas kantong plastik itu benar-benar terurai. Namun yang menjadi persoalan adalah dampak negatif sampah plastik ternyata sebesar fungsinya juga. Dibutuhkan waktu 100 tahun agar plastik dapat terurai oleh tanah secara terdekomposisi atau terurai dengan sempurna. Ini adalah sebuah waktu yang sangat lama. Saat terurai, partikel-partikel plastik akan mencemari tanah dan air tanah. Jika dibakar, sampah plastik akan menghasilkan asap beracun yang berbahaya bagi kesehatan yaitu jika proses pembakaranya tidak sempurna, plastik akan mengurai di udara sebagai dioksin. Senyawa ini sangat berbahaya bila terhirup manusia. Dampaknya antara lain memicu penyakit kanker, hepatitis, pembengkakan hati, gangguan sistem saraf dan memicu depresi.Kantong plastik juga penyebab banjir, karena menyumbat saluran-saluran air, tanggul. Sehingga mengakibatkan banjir bahkan yang terparah merusak turbin waduk. 

Diperkirakan, 500 juta hingga satu miliar kantong plastik digunakan di dunia tiap tahunnya. Jika sampah-sampah ini dibentangkan maka, dapat membukus permukaan bumi setidaknya hingga 10 kali lipat! Coba anda bayangkan begitu fantastisnya sampah plastik yang sudah terlampau menggunung di bumi kita ini. Setiap tahun, sekitar 500 milyar – 1 triliyun kantong plastik digunakan di seluruh dunia. Diperkirakan setiap orang menghabiskan 170 kantong plastik setiap tahunnya. Lebih dari 17 milyar kantong plastik dibagikan secara gratis oleh supermarket di seluruh dunia setiap tahunnya. Kantong plastik mulai marak digunakan sejak masuknya supermarket di kota-kota besar. Sampah plastik dapat menyebabkan perubahan iklim. Sejak proses produksi hingga tahap pembuangan, sampah plastik mengemisikan gas rumah kaca ke atmosfer. Kegiatan produksi plastik membutuhkan sekitar 12 juta barel minyak dan 14 juta pohon setiap tahunnya. Proses produksinya sangat tidak hemat energi. Pada tahap pembuangan di lahan penimbunan sampah (TPA), sampah plastik mengeluarkan gas rumah kaca.

Dampak dari limbah plastik sangatlah luar biasa. Sedangkan penggunaan plastik semakin bertambah setiap tahunnya. Dan sampai saat ini belum ada penanganan yang pasti untuk mengurangi limbah plastik. Untuk itu, dalam percobaan ini, menyajikan cara pengolahan limbah plastik, bukan hanya bermanfaat untuk mengurangi jumlah limbah plastik, tetapi juga dapat membantu mengehemat penggunaan bahan bakar minyak dari alam. 

B. Proses Pembuatan Bahan Bakar Minyak dari Sampah Plastik 
Dalam pembuatan bahan bakar minyak ini, bahan utama yang diperlukan adalah sampah plastik. Jenis plastik yang digunakan adalah sampah plastik bekas minuman gelas. Selain itu juga dapat dicampur dengan plastik putih/bening biasa. Sampah plastik tersebut dipilah dan dibersihkan, lalu dikeringkan. 

Dalam uji coba ini, menggunakan alat yang sangat sederhana. Alat yang dirancang khusus untuk mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak. Yang diperlukan hanyalah kaleng bekas berukuran sedang, pipa besi bekas dari antena, selang plastik, dan lem. Berikut adalah cara pembuatan alatnya : 
1. Siapkan peralatan yang ada
2. Ambil kaleng, lalu lubangi pada pojok atasnya. Lubangi hingga sekiranya pipa besi dapat masuk ke dalamnya
3. Kemudian ambil Lem Foxy hitam dan putih, lalu campurkan kedua lem. Setelah itu tempelkan pada pipa besi yang telah masuk ke dalam lubang di kaleng
4. Tutup sela-sela lubang menggunakan lem. Pastikan tidak ada rongga disekitar lubang. Tunggu hingga lemnya mengering
5. Setelah lemnya mengering, pasang selang plastik pada pipa besi. Alat pembuatan bahan bakar minyak siap digunakan. 

Setelah selesai membuat alatnya, segera ambil sampah plastik yang sudah di bersihkan tadi. Kemudian masukkan sampah ke dalam alat. Tutup rapat kaleng, pastikan tidak ada satu celah pun di dalam kaleng. Lalu bakar kaleng, pembakaran dapat dilakukan menggunakan kompor gas, tetapi dalam percobaan ini untuk menghemat bahan bakar dan menghemat pengeluaran, kami menggunakan tungku kayu untuk pembakarannya. Karena dibutuhkan waktu yang cukup lama agar plastik dapat meleleh dan menguap.

Sembari menunggu proses pembakaran, siapkan ember berisi air. Rendam badan selang plastik yang telah tersambung dengan pipa, dan siapkan wadah untuk penampungannya nanti. Ember berisi air berguna untuk proses pendinginan minyak yang masuk ke selang. Agar minyak yang tersalur suhunya dapat turun, maka selangnya harus di rendam dengan air di dalam ember. 

C. Perbandingan Minyak dari Sampah Plastik dengan Minyak Lainnya
Pembanding
Minyak Plastik
Bensin/Minyak lain
Warna
Kuning keruh
Kuning bening
Kekentalan
Kental
Tidak kental
Saat dibakar
Mudah
Lebih mudah

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu (Jadwal) Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di Baturan RT 02/I  Karangwuni, Kec. Polokarto/Kab. Sukoharjo. Waktu penelitian pada minggu ke-2 Bulan November, pada tanggal 8-15 November 2015.

B. Instrumen Penelitian
Instrumen (alat dan bahan) yang digunakan dalam penelitian ini antara lain : 
1. Alat sederhana/ reaktor rakitan sendiri untuk mengubah sampah plastik menjadi minyak cair. Yang terbuat dari komponen : 
a. Kaleng bekas berukuran sedang 
b. Pipa aluminium bekas 
c. Selang plastik 
d. Ember plastik 
e. Lem khusus (foxy)
f. Gelas kaca 
2. Bahan-bahan yang diperlukan, yakni : 
a. Sampah plastik (yang digunakan berupa kantong plastik dan bekas minuman plastik)
b. Air dan es 

C. Teknik Keabsahan Data
Kebenaran data dalam penelitian ini dapat dipertanggung jawabkan. Setiap data didapatkan dari penelitian secara langsung tanpa adanya suatu rekayasa guna mendapatkan data serta hasil yang valid. 

D. Prosedur Penelitian 
Prosedur penelitian ini dibagi menjadi beberapa tahap, yakni : 
1. Pembuatan Reaktor
a) Siapkan peralatan yang ada
b) Ambil kaleng, lalu lubangi pada pojok atasnya. Lubangi hingga sekiranya pipa besi dapat masuk ke dalamnya
c) Kemudian ambil Lem Foxy hitam dan putih, lalu campurkan kedua lem. Setelah itu tempelkan pada pipa besi yang telah masuk ke dalam lubang di kaleng
d) Tutup sela-sela lubang menggunakan lem. Pastikan tidak ada rongga disekitar lubang. Tunggu hingga lemnya mengering
e) Setelah lemnya mengering, pasang selang plastik pada pipa besi. Alat pembuatan bahan bakar minyak siap digunakan. 
2. Persiapan Bahan Limbah Plastik
Pertama-tama sampah plastik dibersihkan dari segala jenis pengotor dengan cara dicuci dengan air, setelah bersih sampah tersebut dijemur dibawah sinar matahari hingga mengering.
3. Proses Pirolisis
Bahan baku sampah plastik yang telah dibersihkan dimasukkan kedalam reaktor hingga hampir penuh, kemudian bakar reaktor. Tunggu pembakaran selama   15-20 menit. Hingga hasil pembakaran menghasilkan uap berupa cairan berwarna kekuningan yang masuk kedalam pipa dan selang. Selang sebelumnya telah di rendam dalam air dan es, untuk dapat mempercepat proses pendinginan. Tunggu hingga minyak hasil penguapan tersebut keluar melalui pipa dan ditampung di gelas kaca. 


BAB IV 
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Dari percobaan yang telah dilakukan telah diperoleh hasil yakni minyak cair dari sampah plastik. Minyak cair yang dihasilkan tersebut memiliki kualitas yang cukup baik dari segi hasil. Akan tetapi belum dapat dipastikan apakah minyak tersebut aman dan baik digunakan sebagai pengganti bahan bakar seperti bensin (bilangan oktan hampir sama dengan bensin). Namun dari data yang diperoleh, dapat dipastikan bahwa minyak tersebut dapat dibakar dan dapat dijadikan sebagai pengganti minyak tanah. 

B. Saran 
Dengan adanya percobaan ini telah dibuktikan bahwa dari sampah plastik dapat diubah menjadi minyak yang dapat digunakan sebagai bahan bakar pengganti. Akan lebih bermanfaat jika pengolahan limbah plastik ini dilakukan secara besar-besaran karena dari segi manfaat pengolahan limbah ini sangat menjanjikan dan lebih bermanfaat bagi lingkungan. 

Makalah: Pengolahan Limbah Plastik Menjadi Bahan Bakar Minyak

Makalah: Pengolahan Limbah Plastik Menjadi Bahan Bakar Minyak

Berkomentarlah dengan bijak :)
[-] Jangan melakukan spamming
[-] Tidak menerima URL
EmoticonEmoticon