Selasa, 02 Februari 2016

Jalur Perjalanan Bangsa Inggris Mencari Rempah-Rempah

Jalur Perjalanan Bangsa Inggris Mencari Rempah-Rempah

HuWagu | Pelayaran Bangsa Inggris dalam rangka mencari rempah-rempah di dunia timur umumnya tertinggal dengan bangsa eropa lainnya (Spanyol, Portugis). Hal ini disebabkan karena Inggris memusatkan tujuan untuk menjelajahi daerah Amerika.

Berikut ini beberapa teori mengenai penjelajahan samudra oleh Bangsa Inggris:
1. Sir Francis Drake
Penjelajahan Samudra Sir Francis Drake

Pelayaran bangsa Inggris dalam mencari rempah rempah dimulai oleh rombongan Sir Francis Drake pada tahun 1577. Drake bersama rombongannya bertolak dari Inggris menuju ke arah barat, berlayar menyusuri samudra atlantik. Ia mendapati badai besar yang mengharuskan Drake dan rombongannya untuk menepi di daratan. Drake menepi di Teluk San Julian, yang sekarang termasuk daerah Argentina. Rombongan Sir Francis Drake melanjutkan pelayaran setelah badai reda menuju ke arah selatan, memasuki selat Magellan di ujung Amerika Selatan.


Pada tahun 1578, Drake bersama rombongannya memasuki Samudra Pasifik dan berlayar menuju ke arah utara. Ia singgah di Chili untuk menyerang kota-kota yang dikuasai oleh Spanyol. Di Chili, Drake mendapat grafik/peta perjalanan ke Peru dari pelaut bangsa Spanyol. Selain mendapat peta, Drake juga mendapat beberapa anggur. Drake dan rombongannya melanjutkan perjalanan dan sampai di Peru. Di Peru, Drake mendapatkan emas dan perhiasan lainnya dalam jumlah yang banyak.

Tahun 1579, Drake menyebrangi samudra pasifik hingga sampai di perairan Filipina. Dari Filipina, Drake melanjutkan  pelayaran memasuki perairan Indonesia. Ia berhasil berlabuh di Ternate, Maluku. DI Ternate, Drake mendapatkan rempah-rempah dalam jumlah yang besar. Setelah dirasa mendapatkan rempah-rempah, Drake dan rombongannya memutuskan untuk kembali ke Inggris.
Dalam perjalanan pulang, Drake bersama rombongannya melewati lautan Afrika. Kemudian memasuki daerah Tanjung Harapan. Hingga akhirnya ia sampai di Inggris pada tahun 1580. Sesampainya di Inggris, Drake mendapat penghargaan oleh Ratu Elizabeth I sebagai orang Inggris pertama yang berhasil mengelilingi Bumi dengan selamat.

2. Sir James Lancester dan George Raymond
Sir James Lancester dan George Raymond

Pada tahun 1591 satu ekspedisi yang terdiri dari tiga buah kapal bertolak dari Plymouth, Inggris dipimpin oleh George Raymond dan James Lancaster, tujuannya adalah ke India Timur melalui Tanjung Harapan. Penjelajahan ini tidak begitu berhasil karena hanya satu kapal yang berhasil melanjutkan perjalanan yaitu kapal yang dipimpin oleh Lancaster. George Raymond tenggelam, sedangkan sebuah kapal terpaksa kembali.


Di India, Lancaster mendirikan EIC (East Indian Company). Ia dibantu oleh Jhon Davis dalam mengurusi hal perdagangan di India. Lancaster mendapat perintah untuk melanjutkan pelayaran mencari sumber rempah-rempah yang lebih melimpah.

Pada tahun 1602, Rombongan Lancaster dan maskapai dagang EIC tiba di Aceh, melalui selat malaka. Ia terus melanjutkan perjalanan hingga ke Banten. Lancaster merasa bingung mendapati bahwa Belanda menyikapi kedatangan bangsa Inggris sebagai lawan. Padahal di kawasan Eropa, Belanda dan Inggris merupakan sekutu. Di Banten, Lancaster juga mendirikan kantor dagang EIC. Ia sebagai pengurus di kantor dagang tersebut.

Sir James Lancaster kembali ke negerinya, Inggris pada tahun 1603 dengan membawa kapal yang dipenuhi oleh lada. Ia bersama rombongannya bertolak dari Banten berlayar menuju arah barat mengarungi samudra hindia, melewati perairan afrika selatan dan juga Tanjung Harapan. Hingga akhirnya sampai di Inggris dengan selamat.

3. Sir Henry Middleton
Sir Henry Middleton

Ekspedisi Sir Henry Middleton ditujukan untuk melanjutkan misi Lancaster dalam mengurusi perdagangan Inggris (EIC) di Indonesia.


Rute perjalanan Sir Henry Middleton saat menuju ke kepulauan Indonesia hampir sama dengan rute Lancaster. Perjalanan Middleton bersama rombongannya dimulai pada tahun 1604. Ia dari Inggris berlayar menuju ke selatan. Menyusuri perairan Cabo da Roca Portugal dan Pulau Canary. Ia singgah di Teluk Verde, Afrika Barat karena persediaan makanan telah menipis. Ia mencari persediaan makanan di daratan Afrika Barat. Setelah dirasa mendapatkan makanan yang cukup, Middleton melanjutkan pelayaran menyusuri perairan Afrika Selatan dan memasuki Samudra Hindia. Middleton menyebrangi Samudra Hindia hingga mencapai pulau Sumatra.

Dari Sumatra, Middleton menuju ke Banten pada akhir tahun 1604. Dari Banten ia berlayar lagi menuju ke Ambon (1605) untuk berunding dengan Portugis untuk memperoleh hak dagang disana. Namun, hal ini ditentang oleh Belanda. Belanda menjadikan Inggris sebagai lawannya. Setelah Ambon, Sir Henry Middleton juga mengunjungi berbagai pulau di Maluku, seperti Ternate dan Tidore. Dari Pulau Maluku, Kapal Middleton dipenuhi oleh rempah-rempah, seperti lada dan cengkeh.

Setelah dirasa sudah mendapatkan rempah-rempah yang cukup, Sir Henry Middleton memerintahkan kepada rombongan lainnya untuk pulang ke Inggris melalui jalur yang sama seperti perjalanan berangkat sebelumnya dengan membawa rempah-rempah. Sedangkan Sir Henry Middleton tetap di Nusantara untuk mengurusi EIC. Ia mencoba mendirikan pusat-pusat perdagangan baru. Namun hal ini sia-sia, karena ia mendapatkan perlawanan dari pihak Belanda. Sir Henry Middleton meninggal di Banten pada tanggal 24 Mei 1613.

4. James Cook
James Cook Perjalanan

Pada tahun 1768 Cook mendapat perintah dari Markas Besar Angkatan Laut Inggris untuk mencari daerah jajahan baru di daerah sekitar Samudra Pasifik. Ia juga mendapat perintah dari Royal Society (Lembaga Ilmu Pengerahuan Kerajaan Inggris) supaya mengantar para ilmuwan ke Tahiti. Tugas para ilmuwan itu membuat peta perlintasan Planet Venus antara Bumi dan Matahari.


Ia memulai perjalanan dari Inggris pada tanggal 25 Agustus 1768. Dari Inggris terus berlayar menuju arah selatan hingga sampai di perairan Amerika Selatan. Kemudia ia belok ke barat dan sampai di Tahiti pada tanggal 13 April 1769.

Selepas dari Tahiti, James Cook melanjutkan pelayaran untuk mencari daerah kutub selatan (daerah antartika).  Tanggal 6 Oktober 1769, Cook bersama rombongannya tiba di perairan Selandia Baru. Namun, oleh penduduk setempat dilarang untuk menepi di daratan. Cook berlayar ke utara dengan tujuan untuk mencari daratan sebagai tempat berlabuh. Pada tanggal 19 Oktober 1769 Cook tiba di Teluk Uawa. Penduduk di daerah itu ramah. Cook bersama anak buahnya disambut dengan hangat. Mereka lalu melakukan barter barang dengan rempah-rempah.

Pada tahun 1770 Cook berhasil mendarat di pantai Timur Australia dan menjelajahi pantai Australia secara menyeluruh pada tahun 1771. Oleh karena itu, James Cook sering dikatakan sebagai penemu Benua Australia.

Selepas dari Australia, James Cook berlayar menuju ke daerah Nusantara. Di Jakarta, James Cook mendapatkan rempah-rempah yang cukup banyak. Sebelum akhirnya ia memutuskan untuk kembali ke Inggris.

Dalam perjalanan pulang, James Cook melewati Samudra Hindia. Masuk ke perairan Afrika Selatan dan melewati Tanjung Harapan. James Cook sampai di Inggris pada akhir tahun 1771.

Berkomentarlah dengan bijak :)
[-] Jangan melakukan spamming
[-] Tidak menerima URL
EmoticonEmoticon