Rabu, 20 Januari 2016

Perang Dunia II: Latar Belakang, Kronologi, dan Dampak

Perang Dunia 2 + Perang Dunia II

A. Latar Belakang 

Perang Dunia II dilatar belakangi oleh 2 sebab. Yakni sebab umum dan sebab khusus. 
Sebab Umum:
  1. Gagalnya Liga Bangsa-Bangsa (LBB)
  2. Adanya perlombaan persenjataan 
  3. Adanya politik aliansi mencari kawan persekutuan
  4. Pertentangan antar negara/pertempuran antar negara untuk memperebutkan wilayah. 
  5. Adanya pertentangan-pertentangan akibat ekspansi.
  6. Adanya pertentangan faham demokrasi, fasisme dan komunisme.
  7. Adanya politik balas dendam (“Revanche Idea”) Jerman terhadap Perancis, karena Jerman merasa dihina dengan Perjanjian Versailles. 
Sebab Khusus:
  1. Penyerbuan Jerman ke Polandia secara cepat dan mendadak
  2. Penyerbuan Jepang terhadap pangkalan Angkatan Laut Amerika Serikat di Pearl Harbour tanggal 7 Desember 1941.
Perang Dunia II: Latar Belakang, Kronologi, dan Dampak

B. Kronologi Perang Dunia II

Jerman menyerbu Polandia pada tanggal 1 September 1939, oleh sebab itu maka Inggris dan Perancis menyatakan perang terhadap negara yang dipimpin Hitler tersebut pada tanggal 3 September 1939. Pada tanggal 7 Desember 1941, Jepang melancarkan serangan mendadak ke Pearl Harbour yang merupakan pangkalan armada Amerika Serikat, setelah itu, dua sekutu Jepang, Jerman dan Italia juga menyatakan perang kepada Amerika Serikat. Sejak Amerika Serikat yang berada di pihak sekutu menyataan perang kepada Jepang, Amerika mulai terlibat perang. Hal itu terjadi pada tanggal 8 Agustus 1941. Pada awal berjalannya perang tersebut, Jerman berfikiran bahwa Rusia tidak akan menyerangnya karena pada tanggal 21 Agustus 1939, Jerman dan Rusia terikat pakta nonagresi (perjanjian untuk tidak saling menyerang). Karena perjanjian iru, Rusia mulanya dianggap sebagai salah satu negara Blok Sentral oleh pihak Sekutu. Setelah Jerman menyerang Rusia pada bulan Juni 1941, barulah negara-negara Sekutu membantu Rusia untuk menghancurkan Jerman di Front Timur.

Jika ditinjau dari waktu berjalannya perang (1939 -1945), maka peristiwa Perang Dunia 2 dapat dibedakan dalam tiga tahap, yaitu :

1. Tahap permulaan Perang Dunia ke II (1939-1942)
Pada tahap awal ini, negara-negara Sentral umumnya selalu menang di berbagai medan pertempuran melawan negara-negara Sekutu, mereka dapat hanya bertahan atau kalah. 
Terjadi penyerangan pasukan Jerman ke Polandia pada 1 September 1939. Saat itu pasukan Amerika Serikat tidak melakukan perlawanan karena mendapat penyerangan mendadak.

2. Tahap titik balik Perang Dunia ke II (1942)
Amerika Serikat berbalik menyerang Jerman dan Jepang. Jepang hanya bisa bertahan tetapi tidak bisa mengimbangi. 
Tahap titik balik perang dunia ke II ditandai dengan: 
  1. Kalahnya pasukan Jepang dalam pertempuran di Laut Karang (4 Mei 1942). 
  2. Dipukul mundurnya Jerman dalam pertempuran di El Alamien oleh Jenderal Montgomery (12 Oktober 1942).
  3. Jerman mulai mendapat perlawanan dari tentara Rusia yang dipimpin Jenderal Gregory Zhukov dan kalah dalam pertempuran yang terjadi di Stalingrad itu pada tanggal 19 November 1942. 
3. Tahap akhir Perang Dunia ke II (1943-1945) 
Pada tahap akhir ini, negara-negara dari pihak Sekutu mulai melakukan serangan atau pukulan yang berakibat kekalahan pada pihak Blok Sentral.

C. Dampak Perang Dunia II 

Bidang Politik 
  1. Lahirnya negara super power/negara adikuasa (AS dan Uni Soviet)
  2. Timbulnya politik aliansi mencari kawan 
  3. Adanya persekutuan militer (NATO, SEATO, METO)
  4. Terjadinya perebutan pengaruh antara Amerika Serikat dan Uni Soviet yang menimbulkan perang dingin
  5. Munculnya politik memecah belah negara
Bidang Ekonomi
  1. Untuk menanamkan pengaruhnya dinegara Eropa dan yang lain. Misalnya Teruman Doctrine(1947), dll. Program-progam ini merupakan usaha untuk membendung berkembangnya komunisme. 
  2. Adanya aliansi NATO, METO, SEATO. 
  3. Untuk mengikat negara lawan, negara-negara adikuasa memberikan bantuan berupa modal (uang) oleh Amerika Serikat dan tenaga ahli (senjata) oleh Uni Soviet. 
Bidang Sosial 
Tugas UNRRA diantaranya: Memberi makanan kepada orang-orang yang terlantar, Mendirikan rumah sakit, Mengurus pengungsi dan menyatukan dengan keluarganya. 

Bidang Hubungan Internasional 
  1. Terbentuk hubungan kerjasama utara-selatan dan selatan-selatan.
  2. Setelah Perang Dunia II dunia tidak lagi terbagi atas blok barat dan blok timur melainkan kelompok utara dan kelompok selatan. Istilah utara dan selatan dalam hal ini lebih bernilai ekonomis jika dibandingkan dengan nilai geografis.
  3. Kelompok Utara merupakan kelompok negara industri maju yang memiliki teknologi canggih serta produksi industri yang selalu meningkat.
  4. Negara Utara meliputi negara-negara yang berada di belahan bumi bagian utara meliputi, Kanada, Amerika Serikat, Perancis, inggris, Jerman Barat, Italia, dan Jepang.
  5. Secara ekonomis mereka memiliki ekonomi yang kuat.
  6. Berdasarkan kekayaan alam, negara maju tidak memiliki kekayaan alam yang cukup tetapi kekurangan tersebut dapat diatasi dengan penguasaan teknologi. Jadi mereka sangat unggul dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi tetapi kurang didukung oleh sumber daya alam yang melimpah.
  7. Kelompok Selatan merupakan kelompok negara yang sedang berkembang atau negara miskin. Negara Selatan meliputi negara yang terletak di belahan bumi bagian selatan seoperti kawasan Asia, afrika, dan Amerika Latin.
  8. Secara ekonomis, mereka memiliki ekonomi yang lemah yang mengandalkan hidupnya pada bidang pertanian.
  9. Berdasarkan kekayaan alam, negara selatan memiliki sumber daya alam yang melimpah namun kurang didukung oleh penguasaan teknologi.
Negara utara cenderung memaksakan model pembangunan mereka terhadap negara-negara Selatan. Pelaksanaan tersebut akan mereka lakukan melalui perundingan dalam lembaga keuangan internasional, seperti IMF dan Bank Dunia. Rencananya kedua lembaga keuangan ini untuk menolong semua negara di dunia dalam kegiatan pembangunan tetapi ternyata dipakai sebagai alat oleh negara-negara di Utara untuk memaksakan model pembangunan yang menguntungkan negara-negara yang kuat. Program yang mereka keluarkan adalah Program Penyelesaian Terstruktur atau Structural Adjustment Program (SAP). Dampak adanya program ini maka akan memaksa :

-Negara-negara yang mendapat bantuan utang untuk lebih membuka pasar dalam negeri mereka,
-Menekankan kegiatan ekonomi yang menghasilkan barang-barang yang bisa diekspor,
-Mengurangi subsidi pemerintah terhadap sektor publik

D. Dampak Bagi Indonesia secara Nasional & Regional

Bidang Politik
Setelah terjadinya Perang Dunia 2 bangsa Indonesia ini berada dibawah kepemimpinan Jepang. Karena Belanda jatuh ketika dunia memasuki Perang Dunia 2. Keadaan di bidang politik pergerakan nasional Indonesia sesudah Perang Dunia 2 yaitu berada pada kekuasaan Jepang. Tentara Jepang rupanya menyadari betapa pentingnya mengadakan kerja sama dengan kaum pergerakan nasional Indonesia. Jadi kerja sama dengan kaum pergerakan itu dapat memudahkan usaha tentara Jepang untuk mengerahkan tenaga rakyat Indonesia dalam membantu perang yang dilancarkan oleh Jepang. 

Bidang Sosial
Semua usaha yang tidak menentu untuk mencari identitas-identitas baru untuk persatuan dalam menghadapi kekuasaan asing, dan untuk tatanan sosial yang lebih adil tampaknya akhirnya membuahkan hasil pada masa sesudah Perang Dunia II. Untuk pertama kalinya di dalam kehidupan kebanyakan rakyat Indonesia, segala sesuatu yang serba paksaan yang berasal dari kekuasaan asing hilang secara tiba-tiba.

Bidang Ekonomi
Ketika dunia memasuki Perang Dunia 2 dan jatuhnya kekuasaan Belanda di Indonesia ke tangan Jepang, dengan itu sistem ekonomi di Indonesia diatur oleh Jepang. Sebenarnya sudah sejak Perang Dunia 1 Jepang tertarik kepada Indonesia setelah ia melihat bahwa Indonesia selain sangat kaya bila dilihat dari segi ekonomi. Indonesia sangat berharga  bagi Jepang karena negara itu kaya akan bahan-bahan mentah untuk keperluan industri Jepang seperti minyak, karet, timah, bauksit, nikel, mangan, dan lainnya. Pihak Hindia Belanda pun mulai merasakan adanya tekanan-tekanan dari pihak Jepang karena adanya barang-barang Jepang yang membanjiri Hindia Belanda sangat tidak menguntungkan stabilitas ekonomi. Maka dengan alasan untuk menyehatkan ekonomi, pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan peraturan-peraturan yang bersifat proteksi, diantaranya di bidang impor, tenaga kerja, perdagangan, penangkapan ikan, imigrasi, perkapalan, dan lainnya.

Url : http://www.huwagu.com/2016/01/perang-dunia-2-latar-belakang-kronologi-dampak.html
Tahap akhir Perang Dunia ke II (1943-1945) Pada tahap akhir ini, negara-negara dari pihak Sekutu mulai melakukan serangan atau pukulan yang berakibat kekalahan pada pihak Blok Sentral.

Sumber: http://ipsgampang.blogspot.co.id/2014/10/ringkasan-jalannya-perang-dunia-ke-ii.html
Jerman menyerbu Polandia pada tanggal 1 September 1939, oleh sebab itu maka Inggris dan Perancis menyatakan perang terhadap negara yang dipimpin Hitler tersebut pada tanggal 3 September 1939. Pada tanggal 7 Desember 1941, Jepang melancarkan serangan mendadak ke Pearl Harbour yang merupakan pangkalan armada Amerika Serikat, setelah itu, dua sekutu Jepang, Jerman dan Italia juga menyatakan perang kepada Amerika Serikat. Sejak Amerika Serikat yang berada di pihak sekutu menyataan perang kepada Jepang, Amerika mulai terlibat perang. Hal itu terjadi pada tanggal 8 Agustus 1941. Pada awal berjalannya perang tersebut, Jerman berfikiran bahwa Rusia tidak akan menyerangnya karena pada tanggal 21 Agustus 1939, Jerman dan Rusia terikat pakta nonagresi (perjanjian untuk tidak saling menyerang). Karena perjanjian iru, Rusia mulanya dianggap sebagai salah satu negara Blok Sentral oleh pihak Sekutu. Setelah Jerman menyerang Rusia pada bulan Juni 1941, barulah negara-negara Sekutu membantu Rusia untuk menghancurkan Jerman di Front Timur.

Sumber: http://ipsgampang.blogspot.co.id/2014/10/ringkasan-jalannya-perang-dunia-ke-ii.html
Jerman menyerbu Polandia pada tanggal 1 September 1939, oleh sebab itu maka Inggris dan Perancis menyatakan perang terhadap negara yang dipimpin Hitler tersebut pada tanggal 3 September 1939. Pada tanggal 7 Desember 1941, Jepang melancarkan serangan mendadak ke Pearl Harbour yang merupakan pangkalan armada Amerika Serikat, setelah itu, dua sekutu Jepang, Jerman dan Italia juga menyatakan perang kepada Amerika Serikat. Sejak Amerika Serikat yang berada di pihak sekutu menyataan perang kepada Jepang, Amerika mulai terlibat perang. Hal itu terjadi pada tanggal 8 Agustus 1941. Pada awal berjalannya perang tersebut, Jerman berfikiran bahwa Rusia tidak akan menyerangnya karena pada tanggal 21 Agustus 1939, Jerman dan Rusia terikat pakta nonagresi (perjanjian untuk tidak saling menyerang). Karena perjanjian iru, Rusia mulanya dianggap sebagai salah satu negara Blok Sentral oleh pihak Sekutu. Setelah Jerman menyerang Rusia pada bulan Juni 1941, barulah negara-negara Sekutu membantu Rusia untuk menghancurkan Jerman di Front Timur.

Sumber: http://ipsgampang.blogspot.co.id/2014/10/ringkasan-jalannya-perang-dunia-ke-ii.html
Jerman menyerbu Polandia pada tanggal 1 September 1939, oleh sebab itu maka Inggris dan Perancis menyatakan perang terhadap negara yang dipimpin Hitler tersebut pada tanggal 3 September 1939. Pada tanggal 7 Desember 1941, Jepang melancarkan serangan mendadak ke Pearl Harbour yang merupakan pangkalan armada Amerika Serikat, setelah itu, dua sekutu Jepang, Jerman dan Italia juga menyatakan perang kepada Amerika Serikat. Sejak Amerika Serikat yang berada di pihak sekutu menyataan perang kepada Jepang, Amerika mulai terlibat perang. Hal itu terjadi pada tanggal 8 Agustus 1941. Pada awal berjalannya perang tersebut, Jerman berfikiran bahwa Rusia tidak akan menyerangnya karena pada tanggal 21 Agustus 1939, Jerman dan Rusia terikat pakta nonagresi (perjanjian untuk tidak saling menyerang). Karena perjanjian iru, Rusia mulanya dianggap sebagai salah satu negara Blok Sentral oleh pihak Sekutu. Setelah Jerman menyerang Rusia pada bulan Juni 1941, barulah negara-negara Sekutu membantu Rusia untuk menghancurkan Jerman di Front Timur.

Sumber: http://ipsgampang.blogspot.co.id/2014/10/ringkasan-jalannya-perang-dunia-ke-ii.html
Jerman menyerbu Polandia pada tanggal 1 September 1939, oleh sebab itu maka Inggris dan Perancis menyatakan perang terhadap negara yang dipimpin Hitler tersebut pada tanggal 3 September 1939. Pada tanggal 7 Desember 1941, Jepang melancarkan serangan mendadak ke Pearl Harbour yang merupakan pangkalan armada Amerika Serikat, setelah itu, dua sekutu Jepang, Jerman dan Italia juga menyatakan perang kepada Amerika Serikat. Sejak Amerika Serikat yang berada di pihak sekutu menyataan perang kepada Jepang, Amerika mulai terlibat perang. Hal itu terjadi pada tanggal 8 Agustus 1941.

Sumber: http://ipsgampang.blogspot.co.id/2014/10/ringkasan-jalannya-perang-dunia-ke-ii.html
Jerman menyerbu Polandia pada tanggal 1 September 1939, oleh sebab itu maka Inggris dan Perancis menyatakan perang terhadap negara yang dipimpin Hitler tersebut pada tanggal 3 September 1939. Pada tanggal 7 Desember 1941, Jepang melancarkan serangan mendadak ke Pearl Harbour yang merupakan pangkalan armada Amerika Serikat, setelah itu, dua sekutu Jepang, Jerman dan Italia juga menyatakan perang kepada Amerika Serikat. Sejak Amerika Serikat yang berada di pihak sekutu menyataan perang kepada Jepang, Amerika mulai terlibat perang. Hal itu terjadi pada tanggal 8 Agustus 1941. Pada awal berjalannya perang tersebut, Jerman berfikiran bahwa Rusia tidak akan menyerangnya karena pada tanggal 21 Agustus 1939, Jerman dan Rusia terikat pakta nonagresi (perjanjian untuk tidak saling menyerang). Karena perjanjian iru, Rusia mulanya dianggap sebagai salah satu negara Blok Sentral oleh pihak Sekutu. Setelah Jerman menyerang Rusia pada bulan Juni 1941, barulah negara-negara Sekutu membantu Rusia untuk menghancurkan Jerman di Front Timur.

Sumber: http://ipsgampang.blogspot.co.id/2014/10/ringkasan-jalannya-perang-dunia-ke-ii.html

Berkomentarlah dengan bijak :)
[-] Jangan melakukan spamming
[-] Tidak menerima URL
EmoticonEmoticon