Kamis, 19 November 2015

Pengertian dan Contoh Tembang Macapat Buatan Sendiri

Pengertian dan Contoh Tembang Macapat Buatan Sendiri

Tembang Macapat merupakan tembang khas dari tanah Jawa. Tembang macapat adalah tembang atau lagu yang diciptakan para sunan di Jawa dalam rangka penyebaran islam di kala itu. Pada umumnya tembang macapat yang diciptakan oleh beberapa sunan ada sebelas macam, diantaranya.
  1. Dhandanggula diciptakan oleh Sunan Kalijaga
  2. Sinom diciptakan oleh Sunan Giri
  3. Khinanti diciptakan oleh Sunan Adi Erucakra
  4. Mijil diciptakan oleh Sunan Geseng
  5. Pangkur diciptakan oleh Sunan Muryapada
  6. Durma diciptakan oleh Sunan Bonang
  7. Asmaradana diciptakan oleh sunan Giri Khedaton
  8. Maskumambang diciptakan oleh Sunan Majagung
  9. Megatruh diciptakan oleh Sunan Giri paraen
  10. Pocung diciptakan oleh sunan Gunung jati
  11. Gambuh diciptakan oleh Pangeran Natapraja
Setiap tembang macapat memiliki arti dan watak masing-masing.  Berikut adalah penjelasannya.

1. Maskumambang (dalam kandungan)
Dalam bahasa jawa "kumambang" yang berarti mengambang. Menggambarkan bayi manusia yang masih mengambang di perut ibunya. Watak lagu ini nelangsa lan keranta-ranta

2. Mijil (lahir)
Dalam bahasa jawa "mijil, mbrojol, mencolot" yang berarti muncul atau keluar. Menggambarkan kelahiran bayi. Watak lagu ini asih lan tresna.

3. Sinom (muda)
Dalam bahasa jawa "kanoman" yang berarti muda atau usia muda. Menggambarkan cerita masa muda yang indah, penuh dengan harapan dan angan-angan dan mencari ilmu untuk mewujudkannya. Watak lagu ini grapyak lan renyah.

4. Kinanthi (tuntunan)
Dalam bahasa jawa "kanthi" yang berarti tuntunan atau dituntun untuk menggapai masa depan. Menggambarkan masa di mana manusia membentuk jatidiri dan meniti jalan menuju cita-cita.

5. Asmarandana (asmara)
Dalam bahasa jawa "tresna" yang berarti cinta atau kasmaran. Menggambarkan masa di mana manusia dirundung asmara, dimabuk cinta, ditenggelamkan dalam lautan kasih. Watak lagu ini sengsem.

6. Gambuh (kecocokan)
Dalam bahasa jawa "jumbuh atau sarujuk" yang berarti cocok. Menggambarkan komitmen manusia yang sudah menyatakan cinta dan siap untuk berumah tangga. Watak lagu ini kulina lan nepung-nepungke.

7. Dhandhanggula (senang)
Dalam bahasa jawa "kasembadan" yang berarti kesenangan. Menggambarkan keberhasilan membina rumah tagga dan cita-cita yang tercapai. Watak lagu ini luwe lan ngresepake.

8. Durma (dermawan)
Dalam bahasa jawa "darma aatau weweh" yang berarti dermawan dan senang bersedekah. Menggambarkan wujud dari rasa syukur kepada Allah yang telah memberikan semua yang terbaik. Watak lagu ini nesu lan muntab.

9. Pangkur (menjauhi hawa nafsu)
Dalam bahasa jawa "mungkur" berarti menjauhi. Menggambarkan manusia yang menyingkirkan hawa nafsu angkara murka, nafsu negatif yang menggerogoti jiwanya. Watak lagu ini sereng lan tegas.
10. Megatruh (kematian)
Dalam bahasa jawa "megat roh" yang berarti keluarnya roh. Menggambarkan terlepasnya roh atau kematian manusia. Watak lagu ini nglara lan sedih.

11. Pocung (dibungkus mori putih)
Dalam bahasa jawa "pocong" yang berarti sudah dibungkus. Menggambarkan kematian manusia lalu dimandikan, dishalatkan, dan siap dikuburkan. Watak lagu ini sembrana, gecul, ora ana greget saut.



Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan contoh tembang macapat pocung buatan sendiri dengan bahasa keseharian yang mudah dimengerti. Berikut adalah contohnya.

Pengertian dan Contoh Tembang Macapat Buatan Sendiri


Contoh  1
Sapa iku, ora seneng ngudi ilmu
Uripe rekasa
Senenge kepati-pati
Ora sugih ananging ora rumangsa

Contoh 2
Dadi bocah kudu sregep lan sinau
Ben ora rekasa
Sinaune ditenani
Yen wis sukses aja lali mring wong tuwa

Contoh 3
Shalat iku kewajiban ingkang laku
Lekase kat fajar
Ibadah kang pancen wajib
Shalat iku cagakke saka agama

Contoh 4
Urip iku madep mantep lan mituhu
Jo padha sembrono
Nyembaho marang Kuasa
Manungsa mung ngunduhi wohing pakarti

Contoh 5
Ana weling, saka bapa kalih biyung
Aja seneng lunga
Jomeneh lungane wengi
Yen dilanggar cah ayu iku bebaya

Contoh 6
Yen sinau, ojo karo tura turu
Atine sing bungah
Supaya ngelmune becik
Lakonono kanggo uripmu kang mulya

2 komentar

makasih, matur suwun mas untuk artikel Tembang macapatnya

Terima asih, sangat membantu tugas saya

Berkomentarlah dengan bijak :)
[-] Jangan melakukan spamming
[-] Tidak menerima URL
EmoticonEmoticon